Tips

Ini dia 5 Jenis Terapi Pengobatan Impotensi pada Pria

pengobatan terapi lelakiTerapi pengobatan impotensi adalah salah satu cara yang bisa dipilih penderita untuk mengatasi impotensi dengan cara aman. Impotensi terjadi ketika aliran darah menuju penis tidak maksimal sehingga darah di penis lebih sedikit, padahal dibutuhkan pasokan darah yang lebih banyak untuk ereksi lebih kuat.

Jika darah dalam penis sedikit, ereksi tidak bisa maksimal atau ereksi terjadi hanya beberapa saat saja. Penderita impotensi bisa orgasme dan ejakulasi namun tidak bisa lama.

Hanya beberapa saat setelah penetrasi atau sebelum penetrasi pria mengalami ejakulasi. Ereksi terjadi saat dimulainya rangsangan dan sebelum atau sesudah penetrasi hingga pria mengalami ejakulasi.

Jika ingin melakukan cara memperbesar penis dengan tangan, lakukanlah denganĀ  rajin dan tekun supaya terhindar dari masalah impotensi di kemudian hari.

Untuk melakukan terapi terhadap masalah pria ini, dibutuhkan tindakan yang tepat sesuai dengan jenis impotensi yang diderita pasien. Jenis terapi impotensi tergantung dari penyebabnya, apakah impotensi organik, impotensi psikis ataukah impotensi funsional.

5 Jenis Terapi Pengobatan Impotensi pada Pria

1. Terapi Organik

Terapi organik merupakan tindakan koreksi yang dilakukan untuk mengobati impotensi. Jika koreksi tersebut tidak memberikan hasil yang sesuai, maka pasien harus melakukan terapi pembedahan untuk memasang protese.

Dalam terapi ini penis penderita harus diukur panjangnya untuk memasang protese yang sesuai ukuran penis penderita. Ada dua jenis protese diantaranya semirigid protese dan inflatabel protese.

2. Terapi Psychogenik

Terapi psychogenik merupakan terapi bagi penderita impotensi sekaligus mengatasi keadaan kejiwaan penderita. Jika terapi ini tidak memberikan hasil maksimal maka harus dilakukan pembedahan untuk memasang protese.

3. Vacum Constrictor Device

Penderita impotensi bisa memilih jenis terapi impotensi non bedah yaitu terapi vacum constrictor device. Terapi ini bertujuan untuk membesarkan penis melalui pompa hisap dan tabung.

Dengan alat tersebut maka darah bisa mengalir ke penis sehingga bisa menimbulkan ereksi. Jika terjadi ereksi yang sangat kuat maka tabung dilepas sehingga penderita bisa melakukan senggama.

4. Terapi Pharmacologis

Terapi pharmacologis merupakan teapi untuk impotensi jenis psychogenic, vasculogenic dan juga impotensi jenis neurogenic. Terapi ini menggunakan jenis obat preparat yang untuk merilekskan otot polos cavernosa.

5. Terapi kejiwaan

Tidak bisa dipungkiri bahwa impotensi sering disebabkan oleh kondisi pria sendiri. Kejiwaan yang labil atau kondisi pria yang mengalami stress, cemas berlebih atau depresi, hal ini menjadi pemicu impotensi. Karena itu, dibutuhkan terapi agar stress atau depresi bisa hilang.

terapi pria

Anda bisa berkonsultasi dengan pasangan tentang masalah seks Anda, jangan malu untuk mengungkapkannya. Untuk menghindari stress, pergilah ketempat-tempat yang bisa membuat Anda senang dan menghilangkan stress tersebut.

Terapi untuk mengobati impotensi satu ini bisa Anda lakukan sendiri bersama pasangan. Saat pikiran Anda normal kembali atau fresh, aktivitas seks jauh lebih menyenangkan dan Anda bisa menghindari impotensi.

Himbauan Terkait Terapi Pengobatan Impotensi

Terapi impotensi bisa meningkatkan kepercayaan diri pada penderita karena memang masalah ini bisa disembuhkan. Impotensi sendiri bukan hanya disebabkan oleh masalah kejiwaan saja, tapi juga gaya hidup.

Kecenderungan gaya hidup modern yang tidak mempedulikan makanan yang dikonsumsi, hal ini juga berdampak pada berbagai penyakit, salah satunya ganguan seksual pada pria.

Jika Anda perokok aktif, hentikan kebiasaan merokok Anda karena nikotin dalam rokok juga bisa menyebabkan impotensi. Terapi penyembuhan impotensi di atas bisa Anda pilih, selain itu jaga kondisi tubuh dengan lebih banyak berolahraga, supaya aliran darah menjadi lancar.

Konsumsi makanan sehat juga berperan penting membantu Anda saat proses terapi pengobatan impotensi agar hasilnya maksimal. Apakah Anda memiliki bahan rujukan lain? Silahkan beri komentar di bawah ini!